Rabu, 28 Agustus 2013

Mengingatmu Melelahkan [Sosok yang Berbeda]

      Karena aku cukup lelah mengingatmu, maka aku menuliskannya. Barangkali saja aku lupa, tinggal aku baca.

      Mengingatmu membuatku lelah. Aku bahkan tak berani untuk merindukanmu. Rasanya sama seperti menimbun luka. Saat kamu hadir, rinduku pun terbalas. Namun, kesakitan datang menghampiri selepas itu. Seakan mengancamku agar tak merindukanmu lagi. Aku masih saja keras kepala.

      Betapa kuingin memiliki senyummu. Betapa kuingin memiliki ruangan dihatimu. Tapi, semakin ku ingin, semakin ku terluka. Semakin mengingatmu, semakin membuatku lelah. Berlari menuju padamu yang juga berlari, bahkan lebih kencang dariku. Inilah akibatnya dari menyayangi seseorang diam-diam. Aku tak dapat menyalahkanmu jika suatu saat hatiku terluka olehmu. Tapi, meskipun hatiku terluka, aku pun juga tak akan pernah menyalahkanmu. 

      Hari demi hari telah berlalu, namun masih saja aku terpaku olehmu. Saat kamu hadir dalam hari-hariku, aku hanya sanggup membungkam. Membungkam semua rasa yang kurasakan. Bersikap seolah-olah aku baik-baik saja. Mengingatmu memang melelahkan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar