Minggu, 11 Agustus 2013

Kamu, Sosok Baru

      Selamat malam kamu yang sedang membaca ini. Iya, kamu. Kamu yang berada di provinsi yang berbeda denganku. Bagaimana kabarmu? Baik-baik saja, kan? Apakah kamu sudah makan? Aku ingin menunjukkan perhatianku padamu. Tapi kita terpisah jarak yang begitu jauh. Hanya dengan bermodalkan sinyal dan modem, kita bisa menciptakan percakapan. Percakapan sederhana yang kuanggap tak biasa saja. Apakah kamu juga menganggapnya begitu. Ah, entahlah. Tapi kini percakapan kita terhenti, ya karena di sini, di tempatku berada, sinyal begitu jelek. Sinyalnya aja yang jelek, aku enggak.
      Kamu memang sosok baru dalam hidupku. Dan aku adalah sosok baru dalam hidupmu. Kita memang belum pernah bertemu, tapi kita saling mengenal. Iya, bukan? Aku sangat menyukai percakapan kita. Sangat menyenangkan dan selalu membuatku senang. Aku ingin mengenalmu lebih banyak lagi. Maukah kamu mengenalku lebih banyak lagi juga? Jangan takut, aku tak akan pergi. Aku akan menunggu. Kamu akan kubahagiakan. Jangan takut dengan Long Distance Relationship. Itu hanya sebutan orang. Kita akan selalu dekat. Harus saling percaya. Kamu ragu? Jangan ragu. Kutulis ini untuk kamu. Iya, kamu.
      Sejak pertama kali kita menjalin komunikasi hingga sekarang, aku tak pernah meragukanmu. Aku merasa jika aku dan kamu bisa menjadi kita. Hanya dengan keberanian untuk menciptakan saling percaya saja, pasti akan terwujud 'kita'. Aku tidak tahu mengapa aku ingin aku dan kamu menajadi 'kita'. Aku tak dapat menjelaskan. Aku merasakan sesuatu yang berbeda. Iya, aku tahu. Untuk menjadi 'kita' memang butuh proses. Karena kita bukan seperti anak remaja tolol yang mudah saja menjalin hubungan kekasih, mengadu cinta padahal hanya sekedar suka. Aku tahu, kita bukan remaja nakal. Aku dan kamu adalah orang baik-baik. Aku hanya ingin kamu tahu bagaimana perasaanku terhadapmu kini. Aku bukanlah orang yang mudah menaruh hati pada lawan jenis. Dan sekalinya aku telah jatuh hati, aku akan setia. Bukan seperti anak remaja tolol yang mudah melupakan dan mencari pengganti atau yang pergi karena bosan. 
      Apakah kamu masih membaca sampai ini? Apakah tulisanku ini terlalu panjang? Kamu sudah mau tidur, ya? Baiklah, akan kuakhiri tulisanku ini. Aku hanya ingin meluapkan perasaanku. Aku ingin kamu tahu. Aku ingin kita selalu menjalin komunikasi. Meskipun sinyal jelek, kalau kita saling berusaha pasti selalu ada komunikasi. Selamat malam, kamu. Selamat tidur. Semoga besok pagi kamu bisa bangun dengan sehat dan mengucapkan selamat pagi untukku. Ah, tidak mungkin juga sih kamu mengucapkan untukku. Yasudahlah. Aku akan baik-baik saja. Semoga kamu juga baik-baik saja di sana. Aku akan menulis untukmu lagi esok. Maukah kamu menunggu dan membacanya? :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar