Kamis, 25 Juli 2013

Hati yang Sementara

Semua berlangsung begitu cepat. Kebahagiaanku karenanya terlalu cepat berlalu. Aku tak mengerti, mengapa aku selemah ini? Mengapa saat mengingatnya aku butuh air mata? Kenyataan ini rasanya tak mampu kulewati. Padahal aku telah menerimanya yang masuk diam-diam dalam hatiku. Tapi, kini dia justru melukai perasaanku. Begitu hebat gertakkan perasaan yang kurasa. Sakit, perih, aku bahkan sampai sesak napas. Dia memberiku luka. Kupikir dia rasakan apa yang sama dengan yang kurasakan. Kupikir dia mengerti perasaanku. Padahal kami telah begitu dekat. Percakapan singkat pun mampu menghangatkan. Tapi semua lenyap begitu saja. Hatiku tergores luka yang baginya bukan apa-apa.


 

Selasa, 09 Juli 2013

Tentang Perasaan [1]


Perasaan memang kadang tak menentu. Dan perasaan dapat mengendalikan diri seseorang bahkan merubahnya. Yang awalnya cuek dan tak peduli dengan seseorang, kini menjadi pengertian dan penuh perhatian. Yang tadinya hanya mendengarkan cerita dari seseorang, kini menjadi bagian dalam cerita itu. Betapa rumitnya perasaan jika dijelaskan, perasaan memang semestinya hanya dirasakan bukan dinyatakan bahkan dipublikasikan.
Detak jantung semakin kencang ketika sedang bersama dengan seseorang yang tersangkut dalam perasaan. Menyebalkan, salah tingkah dan berbeda. Rasanya diri ini tak bersikap seperti biasanya. Nyaman rasanya saat bersama, menatap wajahnya yang tersenyum, dan bercanda dengannya. Satu jam saja terasa begitu cepat berlalu. Kebahagiaan menghiasi perjalanan waktu. Semua hal di dalamnya terasa sangat indah.

[Bersambung]

Dieng, Jawa Tengah (Minggu, 23 Juni 2013)

Nih foto-foto kami :D ada 15 anak yang ikut. Siapa aja? Aku, Hanum Delfita Asmara, Nanda Maulidina, Aristia Fathah, Lutfi Zein, Hardita Mulyaningtyas, Intan Nurul Rahmawati, Rozan M. Irfan, Fauz Aditya F., Harfa Sina Atmaji, Fatah Nurrahman, Destian Dwi Darmawan, Firman A.H., Berin D., dan Dwi Pranoto Putra.