Yang kutulis bisa saja tentang kamu, dia, mereka, atau diriku sendiri. Ini tulisanku untuk aku.
Minggu, 29 September 2013
Kenapa sih Mood suka berubah?
Persoalan mood (suasana hati) seringkali menjadi pengganggu dalam aktivitas sehari-hari, apalagi bagi orang yang bergelut sebagai pekerja diri sendiri (self-employee) seperti seniman, dan juga penulis.
Bagi seorang penulis, kenyamanan dan efektivitas serta kualitas kerjanya setiap hari bisa saja tergantung pada mood-nya yang belum tentu terus baik. Seringkali, kaum perempuan mengeluhkan efektivitas hidupnya yang menurun karena suasana hati yang tidak menentu (moody). Perubahan mood secara negatif yang tiba-tiba ini seringkali membuat seseorang marah, sedih, bahkan depresi.
Secara teori, Wikipedia mencatat istilah “mood swing“, yaitu pergerakan perasaan serta suasana hati yang dikaitkan dengan kekacauan mood, termasuk maniac depression, dan depresi itu sendiri. Selain suasana hati, kekacauan ini juga pada beberapa kasus dikaitkan dengan gejala hormonal berupa kemarahan dalam sementara waktu.
Secara normal, moody adalah gejala yang normal pada remaja. Hal ini dikarenakan orang berusia remaja (10-15 tahun) masih mengalami pembentukan karakter psikologis.
Namun pada dewasa yang cenderung dianggap merugikan, perubahan mood disebabkan oleh beberapa hal Sebuah situs kesehatan, formulamedicalgroup.com menjelaskan penyebab-penyebab tersebut sebagai berikut:
- Konsumsi Alkohol - Dalam tingkat konsumsi yang berlebihan, efek aktif alkohol menyerang beberapa organ tubuh, termasuk otak. Bahkan, beberapa kasus memperlihatkan bahwa bahkan pada tingkat eksesif rendah alkohol bisa mengubah suasana emosi manusia. Hal ini berlaku dalam dua arti, mengarah kemood positif ataupun negatif.
- Depresi - Dalam kebanyakan kasus, perasaan sedih dalam waktu yang lama bisa memicu depresi, yang merupakan penyakit mental. Depresi ini bisa dialami semua orang, termasuk Ibu yang baru melahirkan (postpartum depression). Itulah mengapa, perubahan suasana hati secara tiba-tiba (moody) seringkali dialami oleh Ibu barumelahirkan.
- Premenstrual Syndome - Ini menjelaskan sama pada poin 2, yaitu siklus menstruasi yang terjadi pada wanita. Itulah mengapa seringkali seorang pria berhati-hati menghadapi pasangannya yang sedang dalam fase menstruasi.
- Diabetes - Meskipun jarang dijumpai, akan tetapi gejala perubahan mood juga bisa dialami oleh orang yang menderita diabetes. Catatan medis menjelaskan bahwa perubahan mood sangat berkaitan dengan ketidakseimbangan insulin, yaitu hormon yg dibentuk dalam pankreas yg mengendalikan kadar gula dalam darah.
- Narkoba - Yang satu ini tidak perlu dijelaskan lagi alasannya, karena publik sudah mengakui efek negatif dari penyalahgunaan obat-obatan. Gejala-gejala yang timbul akibat dari efek obat-obatan adalah lesu, kehilangan kemampuan konsentrasi, kegelisahan, bahkan rasa gemetar. Orangtua diharapkan memperhatikan gejala-gejala ini sejak dini pada anak-anaknya.
- Kafein berlebihan - Memang, kafein dikenal sebagai stimulan ringan yang mampu menyebabkan seseorang membangkitkan energinya, semangat, serta kejernihan pikiran. Akan tetapi, pada tingkat konsumsi yang berlebihan kafein (yang biasanya dikonsumsi dalam kopi) dapat juga memicu sikap lekas marah, kegelisahan, serta perubahan mood.
- Program Pengobatan - Dalam beberapa kasus seperti pengobatan penyakit jantung, bagi pasien seringkali mengalami efek samping berupa gejala depresi dan kelesuan. Juga, beberapa pengobatan penyakit asma bisa memicu rasa gugup dan gelisah. Bahkan, beberapa rekam medis menunjukkan bahwa pemberian vitamin bisa mengubah emosi pasien. Itulah mengapa sangat diperlukan kerjasana optimal oleh para dokter dan perawat rumah sakit untuk membantu pasien menstabilkan suasana hatinya.
- Menopause - Banyak wanita mengalami perubahan mood karena telah memasuki masa menopause. Beberapa gejala moody ini lebih disebabkan kesadarannya tentang dirinya yang memasuki titik balik dalam hidup, juga terkait produktivitas. Meski begitu, bisa juga moody disebabkan gejala alami berupa perubahan hormon.
- Siklus tidur tidak teratur - Penyebab satu ini sangat erat kaitannya dengan beberapa penyebab lain di atas. Siklus tidur yang buruk akibat fase kerja, penyakit, atau insomnia sudah banyak terbukti mempengarui terbentuknya suasana hati yang berubah-ubah.
Mood sangat berkaitan dengan fungsi indera. Untuk mengatasi mood yang sering berubah-ubah ini, dan menjaga suasana hati tetap seimbang seperti yang dibutuhkan, maka beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu Anda merangsang alat-alat indera guna menciptakan mood positif.
- Mengucap syukur. Ini adalah dasar dari segala pengobatan fisik dan mental.
- Olahraga teratur - Dengan berolahraga secara teratur, siklus peredaran darah serta asupan kalori tubuh dapat lebih diseimbangkan. Aliran darah ke otak yang cukup dapat membantu keseimbangan emosi. Selain itu, dengan berolahraga Anda bisa meningkatkan konsumsi cairan sebagai suplai oksigen bagi darah.
- Jika moody disebabkan oleh orang lain yang tidak Anda senangi, maka cobalah untuk melakukan komunikasi dan pendekatan yang dapat mencairkan suasana. Pola komunikasi yang baik juga dapat membantu Anda memperbaiki mood, dan juga mood teman.
- Berjalan kaki, dalam artian rekreasi ataupun selama masa kerja juga mampu memperbaiki mood. Pilihlah jalur jalan kaki yang tenang, udaranya bersih, atau pemandangannya menyejukkan hati.
- Segera lakukan hal-hal yang disenangi, misalnya menyusun puisi romantis bagi penulis, atau memasak bagi ibu rumah tangga. Melakukan kegiatan favorit sangat efektif dalam mengembalikan perasaan positif.
- Tarik nafas dalam lalu hembuskan. Hal ini bisa dilakukan kapan saja Anda merasakan mood kurang baik.
- Tersenyumlah. Walaupun masih merasakan gundah, maka sedikit paksaan fisik untuk tersenyum tetap akan memperbaiki pola perasaan dan menyeimbangkannya.
- Bila perlu, mandilah dengan air jernih dan atau gunakanlah wewangian.
Jadi, apapun pekerjaan Anda: penulis, karyawan admnistrasi, pelajar, atau pekerja konstruksi, pastikan mood Anda bisa diatasi dengan melakukan hal-hal yang Anda senangi.
Moodbreaker
Membaca judul postingan ini aja pasti udah mudeng lah. Iya, moodbreaker. Lawan dari moodbooster. Iya gitu katanya. Penghancur mood bisa macem-macem. Dan setiap orang itu beda anggapan. Udah gitu aja.
Eh, ada lagi. Ada beberapa hal yang mungkin gak sedikit yang berhasil membuat moodku hancur. Eh, tapi sepertinya gak perlu aku ceritakan di postingan ini. Gak bisa diceritain juga. Ya kali. Gak bisa nyusun kalimat biar yang membaca bisa mudeng. Hehe. Yaudah. Bingung kan tinggal mau nulis apa lagi. Yaudah cukup. Daaaah.
Jika Aku Bukan Jalanmu
Kebisuan mengunci kita saat itu. Terpaku dalam suasana yang bahkan tak kukenali. Aku selalu takut jika salah dalam mengambil keputusan. Bahkan saat kau menyaksikanku.
Aku sering mengabaikan kehadiranmu. Menganggap bahwa kamu sama saja seperti yang lain. Namun usahaku untuk bersikap biasa saja justru membuatku merasa semakin takut. Takut bila kamu memikirkan hal-hal yang kutakutkan terjadi. Kenyataan yang terjadi sering bentrok dengan batinku. Iya, batin..
Jika aku bukan jalanmu, ku berhenti mengharapkanmu. Jika aku memang tercipta untukmu, ku kan memilih dirimu. Jodoh pasti bertemu.
Lirik lagu yang benar-benar cocok dengan apa yang kurasakan saat ini. Iya, cocok. Ku pikir semua akan berakhir ketika ku usaikan. Tapi aku justru merajut tanpa henti. Ya, aku tak ingin ada kata yang berkata dasar 'henti' dalam rajutanku. Iya, rajutanku..
Mereka Pikir Telah Usai
Berlalu bukan berarti telah usai. Kalaupun telah usai, itu hanya bagi mereka. Bagiku merelakan hal ini sungguh sulit. Kau tahu betapa perasaan itu telah lama melekat dalam batinku, betapa dulu aku yakin aku bisa. Mungkin memang bukan jalan yang seharusnya kulalui. Sehingga aku berada pada jalan yang ini.
Seperti halnya orang-orang yang pernah merasakan ini sebelum aku, kekecewaan dan penyesalan menjadi kebiasaan yang tak bisa dengan mudah diabaikan ketika perasaan dijambak oleh mulut-mulut orang-orang yang tak ingat bahwa mereka punya hati. Pilu yang hanya dapat kurasakan seorang diri kadang membuatku hampir menyerah dan ungkapkan bahwa sebenarnya aku lelah. Iya, lelah..
Bahkan sesuatu yang seharusnya menjadi yang terdekat justru yang paling jauh. Kurasa begitu. Entahlah, kadang sesuatu itu terasa dekat hanya pada waktu-waktu tertentu. Ya begitulah. Mungkin aku yang terlalu tertutup, selalu membungkam. Ya beginilah aku. Setidaknya jangan tuntut aku untuk menjadi seperti orang lain.
Aku kadang tak mengerti, mengapa aku masih saja terjebak dalam kepiluan yang seharusnya kutinggal pergi. Yang seharusnya telah usai. Namun, setiap kali kuingat, aku rasa luka yang kupikir telah kering ternyata masih terasa begitu sakit.
Langganan:
Postingan (Atom)

