Minggu, 29 September 2013

Mereka Pikir Telah Usai

      Berlalu bukan berarti telah usai. Kalaupun telah usai, itu hanya bagi mereka. Bagiku merelakan hal ini sungguh sulit. Kau tahu betapa perasaan itu telah lama melekat dalam batinku, betapa dulu aku yakin aku bisa. Mungkin memang bukan jalan yang seharusnya kulalui. Sehingga aku berada pada jalan yang ini. 

      Seperti halnya orang-orang yang pernah merasakan ini sebelum aku, kekecewaan dan penyesalan menjadi kebiasaan yang tak bisa dengan mudah diabaikan ketika perasaan dijambak oleh mulut-mulut orang-orang yang tak ingat bahwa mereka punya hati. Pilu yang hanya dapat kurasakan seorang diri kadang membuatku hampir menyerah dan ungkapkan bahwa sebenarnya aku lelah. Iya, lelah..

      Bahkan sesuatu yang seharusnya menjadi yang terdekat justru yang paling jauh. Kurasa begitu. Entahlah, kadang sesuatu itu terasa dekat hanya pada waktu-waktu tertentu. Ya begitulah. Mungkin aku yang terlalu tertutup, selalu membungkam. Ya beginilah aku. Setidaknya jangan tuntut aku untuk menjadi seperti orang lain.

     Aku kadang tak mengerti, mengapa aku masih saja terjebak dalam kepiluan yang seharusnya kutinggal pergi. Yang seharusnya telah usai. Namun, setiap kali kuingat, aku rasa luka yang kupikir telah kering ternyata masih terasa begitu sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar