Kemarin, 20 Juni 2013, adalah hari pembagian raport kelas X dan XI sekaligus penentuan jurusan bagi kelas X. Hari itu, aku berangkat ke sekolah cukup awal, sekitar pukul 10.00 sampai di sekolah. Perasaanku udah nggak karuan, cenat-cenut tak menentu. Begitu pula teman-temanku, mukanya jadi jelek.
Orang tua murid masih bersosialisasi di aula atas. Ya cukup lama sih. Saat itu, aku sedang berkumpul bersama teman-temanku. Dan perasaan tegang pun memuncak. Aku sempat menangis diam-diam. Aku takut jika hasil raportku tak memuaskan. Aku takut masuk jurusan yang tak sesuai dengan harapan. Aku takut masuk jurusan yang ku benci. Aku takut tak bertemu lagi dengan pelajaran yang ku sukai, fisika. Semua ketakutan dan perasaan lainnya ikut teraduk bersama dalam perasaanku.
Tibalah saat pembagian raport. Satu persatu orang tua temanku keluar dari kelas, membuka amplop putih bertuliskan nama dan nomer urut di luarnya. Dan memperlihatkan isinya yang berupa nilai-nilai serta jurusan yang ditentukan. Beberapa dari mereka masuk IPA dan beberapa lagi IPS. Suasana mulai mencekamku. Aku terbalut ketakutan saat itu. Dan tibalah giliran ibuku menerima raportku dan membaca isi amplop itu.
Kadang, hal yang tak pernah dibayangkan terjadi sering menyelinap dalam kenyataan dan TADAAAA!! terjadilah. Sesuatu yang tak mungkin kerap terjadi. Dan itu artinya memang tak ada yang tidak mungkin. Bagaimana pendapat kalian? apa jurusan yang telah ditentukan untukku? IPA atau IPS kah?
Setelah ibuku keluar dari kelasku, aku yang sedari tadi terjaga di pintu kelas langsung meminta amplop dan tanpa sadar air mataku dengan deras keluar. Di pojok kanan bawah, berukuran keccil, ada sebuah tulisan yang membuat mataku sakit untuk melihat, yang membuat hati sakit untuk merasakannya, yang mengaketkan banyak teman-temanku. Aku masuk jurusan IPS, jurusan yang tak kuharapkan, jurusan yang kubenci.
Derai air mata terus mengucur, aku mengamati setiap nilai-nilaiku. Ada banyak hal yang ingin kupertanyakan pada guruku. Dimulai dari mengapa nilai fisika ku lebih bagus dari matematika yang padahal dalam kenyataannya nilai matematikaku lebih bagus dari fisika. Mengapa bisa? Mengapa nilai biologiku seperti ini apadahal rata-rata UHku cukup bagus?
Kuselidiki semuanya, dan memang benar. Asal muasalnya dari nilai UTS dan UKKku yang jeblok. Tapi mengapa bisa? guruku bilang nilai essay ku bagus, berarti nilai pilihan gandanya yang jelek. Kenapa? Padahal saat hari pengerjaan soal-soal UKK maupun UTSnya, aku merasa bisa. Sejak saat itu aku mulai menduga-duga, bernegthink bahwa komputer salah mebaca nilaiku atau komputer salah membaca jawaban LJKku.
Oke. Sekarang aku sadar. Mungkin ini adalah jalan terbaik untukku. Jalan yang diberikan langsung oleh Tuhan. Aku harus mencintai jurusan ini, tidak, setidaknya aku tidak membencinya. Aku akan bersama dengan jurusan ini dalam waktu yang tentu saja tidak sebentar. Aku siap aku siap aku siap.
[BERSAMBUNG.................]