Malam pun tetap memesona meski tanpa bintang. Aku duduk di atas kursi bundar menatap layar laptop di kamarku. Beberapa kali handphoneku bergetar dan kuabaikan.
Perasaanku sedang diambang kebimbangan. Aku gelisah, gundah terasa membelit pikiranku. Semakin kupikirkan, semakin terasa begitu menyakitkan. Andai saja kamu diam tak berkutik di sana. Andai saja kamu mendengarkanku dan setia menungguku. Kamulah alasan mengapa aku gelisah. Aku selalu ketakutan setiap kali kuingat dirimu. Dan parahnya lagi, kamu selalu kuingat setiap saat. Tapi sayangnya kamu tak menganggapku begitu.
Aku mengerti bagaimana kamu yang di sana mengkhawatirkanku. Kamu pun juga takut jika aku tak lagi setia. Andai saja kamu tahu bagaimana posisiku sekarang. Begitu banyak peraturan melekat padaku. Aku telah terikat oleh banyak perjanjian berjangka. Dan semua soal waktu.....
Diam saja dan menunggu. Jangan menyakiti meskipun segalanya tak saling tahu. Bendunglah rasa rindu dan luapkanlah pada yang kau rindu. Jangan sakiti, jangan lakukan sebuah pelampiasan pada subjek lain. Aku mengerti, aku paham betul rasanya.
Aku diamuk rasa. Berbagai macam perasaan menyatu dan bergejolak dalam kalbu. Betapa kuatnya aku menahan sakit. Bahkan setetes air mata pun tak kubiarkan terjatuh. Aku percaya dengan perasaanku padamu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar