Semua berlangsung begitu cepat. Kebahagiaanku karenanya terlalu cepat berlalu. Aku tak mengerti, mengapa aku selemah ini? Mengapa saat mengingatnya aku butuh air mata? Kenyataan ini rasanya tak mampu kulewati. Padahal aku telah menerimanya yang masuk diam-diam dalam hatiku. Tapi, kini dia justru melukai perasaanku. Begitu hebat gertakkan perasaan yang kurasa. Sakit, perih, aku bahkan sampai sesak napas. Dia memberiku luka. Kupikir dia rasakan apa yang sama dengan yang kurasakan. Kupikir dia mengerti perasaanku. Padahal kami telah begitu dekat. Percakapan singkat pun mampu menghangatkan. Tapi semua lenyap begitu saja. Hatiku tergores luka yang baginya bukan apa-apa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar