Namanya adalah pena abadi, sebuah
goresan yang tiada henti. Hari ini dia telah menorehkan sebuah kisah perjalanan
yang cukup melelahkan, yang sempat menjatuhkan semangat beberapa orang termasuk
si penulis cerita ini. Tak ada yang dapat mengubah ketentuan dari Yang Maha
Esa. Semua telah diatur dengan sempurna oleh Tuhan, tanpa campur tangan
kecanggihan teknologi ataupun logika makhluk yang merasa serba tahu.
Pena abadi takkan sedikit pun
melupakan peristiwa sekecil apapun yang terjadi. Dia takkan membiarkannya
begitu saja lolos dari genggaman kehidupan. Semua tergores rapi, runtut, dan
sempurna. Apalagi peristiwa besar yang memengaruhi banyak makhluk maupun
peristiwa yang telah mengubah kehidupan seseorang.
Hari ini pena abadi tengah
menggoreskan betapa luar biasanya kejutan atau yang biasa disebut surprise dari kehidupan. Baru saja,
sesuatu mengguncang perasaan ini. Lebih sakit dari rasanya jatuh cinta pada dua
orang, kemudian dipaksa oleh waktu untuk memilih salah satunya tetapi hati tak
sanggup untuk menyakiti yang satunya lagi sehingga memutuskan untuk tidak
memilih dan melepaskan kedua orang itu untuk berbahagia dengan yang lain.
Guncangan itu semakin mencekam. Rasanya atmosfer tak lagi bersahabat.
Guncangan itu berasal dari kenyataan
yang tak terduga. Kenyataan bahwa si penulis telah ditentukan masuk dalam
jurusan yang sama sekali tak diinginkan, jurusan IPS. Meskipun nilai raport dan
ranking bagus, ada dua mata pelajaran IPA yang tidak memenuhi syarat. Dan pena
abadi tetap meneruskan goresannya. Kenyataan memaksa diri ini untuk mengubah
impian. Impian yang tak bisa dicapai dengan jurusan IPS. Rasanya seperti me-reset hidup. Begitu menyakitkan dan
sangat memukul. Derai air mata tak basa-basi dalam membasasi moment penting
itu.
Tak pernah terpikirkan bahwa
kenyataan seperti itu terjadi. Mengatur ulang kegiatan yang ingin dilakukan
kelak di masa depan karena tak mungkin terjadi pastilah tak semudah membalikkan
telapak tangan. Penyesalan memang selalu datang terakhir. Tapi penyesalan tak
selalu menjadi bagian akhir dalam hidup. Banyak yang menjadikannya tonggak
kesuksesan. Menjadikannya sebagai pelajaran dan semangat untuk bangkit.
Jiwa ini tak akan kehilangan
semangat. Apapun jurusannya, asalkan niat dan berusaha, semua orang dapat
sukses. Bukankah begitu? Meskipun kenyataan yang tak diinginkan dapat
melemahkan semangat dan menurunkan kepercayaan diri serta mampu menyakitkan
hati, setidaknya tak ada yang tidak mungkin terjadi bila ada niat dan usaha.
Pena abadi selalu jujur. Dia tak
pernah menutupi segalanya. Selalu menorehkan yang memang sebenarnya terjadi.
Semua yang telah terjadi syukurilah, tersenyumlah, bersabarlah, ikhlaskan.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar