Selasa, 06 Agustus 2013

Cerpen ini dulu buat ikut #TantanganKreatif :')


            Namanya adalah pena abadi, sebuah goresan yang tiada henti. Hari ini dia telah menorehkan sebuah kisah perjalanan yang cukup melelahkan, yang sempat menjatuhkan semangat beberapa orang termasuk si penulis cerita ini. Tak ada yang dapat mengubah ketentuan dari Yang Maha Esa. Semua telah diatur dengan sempurna oleh Tuhan, tanpa campur tangan kecanggihan teknologi ataupun logika makhluk yang merasa serba tahu.
            Pena abadi takkan sedikit pun melupakan peristiwa sekecil apapun yang terjadi. Dia takkan membiarkannya begitu saja lolos dari genggaman kehidupan. Semua tergores rapi, runtut, dan sempurna. Apalagi peristiwa besar yang memengaruhi banyak makhluk maupun peristiwa yang telah mengubah kehidupan seseorang.
            Hari ini pena abadi tengah menggoreskan betapa luar biasanya kejutan atau yang biasa disebut surprise dari kehidupan. Baru saja, sesuatu mengguncang perasaan ini. Lebih sakit dari rasanya jatuh cinta pada dua orang, kemudian dipaksa oleh waktu untuk memilih salah satunya tetapi hati tak sanggup untuk menyakiti yang satunya lagi sehingga memutuskan untuk tidak memilih dan melepaskan kedua orang itu untuk berbahagia dengan yang lain. Guncangan itu semakin mencekam. Rasanya atmosfer tak lagi bersahabat.
            Guncangan itu berasal dari kenyataan yang tak terduga. Kenyataan bahwa si penulis telah ditentukan masuk dalam jurusan yang sama sekali tak diinginkan, jurusan IPS. Meskipun nilai raport dan ranking bagus, ada dua mata pelajaran IPA yang tidak memenuhi syarat. Dan pena abadi tetap meneruskan goresannya. Kenyataan memaksa diri ini untuk mengubah impian. Impian yang tak bisa dicapai dengan jurusan IPS. Rasanya seperti me-reset hidup. Begitu menyakitkan dan sangat memukul. Derai air mata tak basa-basi dalam membasasi moment penting itu.
            Tak pernah terpikirkan bahwa kenyataan seperti itu terjadi. Mengatur ulang kegiatan yang ingin dilakukan kelak di masa depan karena tak mungkin terjadi pastilah tak semudah membalikkan telapak tangan. Penyesalan memang selalu datang terakhir. Tapi penyesalan tak selalu menjadi bagian akhir dalam hidup. Banyak yang menjadikannya tonggak kesuksesan. Menjadikannya sebagai pelajaran dan semangat untuk bangkit.
            Jiwa ini tak akan kehilangan semangat. Apapun jurusannya, asalkan niat dan berusaha, semua orang dapat sukses. Bukankah begitu? Meskipun kenyataan yang tak diinginkan dapat melemahkan semangat dan menurunkan kepercayaan diri serta mampu menyakitkan hati, setidaknya tak ada yang tidak mungkin terjadi bila ada niat dan usaha.
            Pena abadi selalu jujur. Dia tak pernah menutupi segalanya. Selalu menorehkan yang memang sebenarnya terjadi. Semua yang telah terjadi syukurilah, tersenyumlah, bersabarlah, ikhlaskan.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar