Kamis, 28 Agustus 2014

Sepatu oleh Tulus

Oke langsung aja ya, pake bahasa ngobrol kita aja heuheu.
Kalo aku lagi belajar, lagu ini selalu aku dengerin. Aku mulai suka sama lagu ini sejak pertama kali dengerin lagunya. Nyaman, liriknya pun bagus. Menganalogikan suatu hubungan antara dua orang dengan sepasang sepatu. Dan sedikit mirip sama apa yang aku alami. #halah

Menganalogikan suatu hubungan antara dua orang dengan sepasang sepatu? Iya menurutku sih gitu. Jadi dua orang itu dianalogikan seperti sepasang sepatu. Yang satu sepatu kiri dan satunya lagi kanan. Mereka selalu bersama tapi gak bisa bersatu. Sebernanya mereka punya rasa ingin bersatu, tapi karena mereka adalah bagian kanan dan kiri maka mereka gak bisa bersatu. Iya enggak? Sepatu kan dipake sama kaki kanan dan kiri, gak bisa kan dua sepatu dipake di kaki kanan atau kaki kiri aja? Nah gitu. Terus, mereka selalu berada di tempat yang sama, kayak sepasang sepatu yang diletakkan di rak yang sama. Mereka melangkah bersama ke arah yang sama, kayak sepatu kanan dan kiri. Mereka saling melengkapi, kayak sepatu sebelah kanan yang melengkapi langkah sepatu sebelah kiri atau sebaliknya. Meski bersama, mereka gak bisa bersatu.

Nah gaess, ini dia lirik lagunya, kali aja kalian kepengen nyanyi tapi gak hapal liriknya.

SEPATU
Oleh Tulus

Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia

Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar