Selasa, 01 Oktober 2013

Kulihat Dia Tersenyum

      Hari ini aku berjumpa dengan sosok yang bulan Juli lalu pernah diam-diam kunantikan kehadirannya. Kini dia memang benar-benar berbeda. Tak seperti dia yang bulan Juli lalu kukenal. Seperti sosok lain yang menempati raga yang sama. Ya, dia memang tak seperti saat itu. Kini dia selalu menyimpan banyak cerita disetiap tatapannya. Aku merasakan banyak rahasia yang dia sembunyikan dariku. Banyak kalimat yang ia ingin ungkapkan padaku. Setiap kali aku melihatnya, kurasa banyak kebahagian palsu yang ia pertahankan. Senyum yang tak berarti kebahagiaan seutuhnya sering terpancar di wajahnya yang tampan.

      Dan seperti biasa, aku selalu mengalihkan pandanganku darinya. Melihatnya membuatku teringat akan kenangan-kenangan indah yang menjadi begitu pahit bila kuingat kembali. Parahnya lagi, kami sempat bersimpangan di pintu masuk sebuah rungan. Detik itu juga ia menyimpulkan senyum manis dan aku terpaku olehnya.

      Semua berlalu begitu cepat. Tapi dia masih berada dalam jangkauan mataku. Dia duduk sambil bermain handphonenya dan aku sedang dibuat kesal oleh temanku. Aku terjebak dalam ruangan yang sama dengannya. Meskipun ada banyak orang di ruangan itu, yang terlihat olehku hanya dia. Entah kenapa.

      Lagi-lagi dia melihat ke arahku. Namun kali ini tatapannya begitu dingin. Dia tersenyum manis kembali saat menatap layar handphonenya dan aku mengerti. Kulihat dia tersenyum lepas, tak ada beban, tak ada kepalsuan, senyum kelegaan. Senyum yang berarti "Setidaknya aku sudah memiliki seseorang".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar