Selasa, 01 Oktober 2013

Cintaku dikhianati

      Stella tak hanya menjadi ketua kelas namun juga menjadi kapten basket di sekolahnya. Ia menjadi terkenal dikalangan siswa-siswi di sekolahnya. Hingga suatu saat Stella menyadari bahwa ia telah jatuh hati dengan kapten basket putra. Setiap kali ada kesempatan, Stella selalu memerhatikannya. Di lapangan, di kelas, bahkan saat di luar sekolah. Stella sangat mengagumi pria itu. Ternyata, tanpa Stella ketahui, pria itu juga diam-diam memerhatikan Stella. Hingga suatu saat tatapan mereka saling beradu. Akhirnya, pria itu mengungkapkan perasaannya dan saat itu juga mereka mulai dekat.
         
    Waktu pun berjalan begitu cepat. Pria itu meminta Stella untuk menjadi kekasihnya dan Stella mengangguk tanda menerima. Hubungan mereka tak diketahui oleh orang lain, bahkan sahabat Stella sendiri, Nari. Nari adalah sahabat terbaik yang dimiliki oleh Stella. Stella tak ingin Nari bersedih. Apapun Stella lakukan demi Nari meskipun Nari kadang tak peduli padanya. Stella selalu menjadi sahabat terbaik Nari juga.

      Namun, suatu saat, Nari mengungkapkan isi hatinya kepada Stella. Hal yang membuat Stella tercengang tak percaya. Nari mencintai kekasih Stella. Nari sudah mengetahui bahwa Stella berpacaran dengan pria yang ia cintai sejak lama. Nari tak sanggup lagi berpura-pura menerima. Ia ingin pindah sekolah di luar kota agar tak berjumpa dengan Stella dan pria itu.

      Stella tak tahan melihat sahabatnya berlarut-larut dalam kesedihan. Stella juga tak mau jika Nari pergi meninggalkannya. Stella pun berniat memutuskan hubungan 'pacaran' dengan pria itu hingga Nari mau menerima kenyataan bahwa Stella dan pria itu saling mencintai.

"Lebih baik kita berteman dulu. Aku tak mau Nari terluka. Meskipun tak ada status pacaran, yang penting kita kan saling mencintai."

"Yaudah gapapa. Status itu gak penting. Yang penting kita udah punya komitmen dan harus kita jaga. Aku mencintai kamu, Stel."

"Aku juga mencintai kamu. Mulai sekarang kita harus bersikap seperti teman biasa saja ya di depan orang-orang."

      Pria itu mengangguk tanda setuju dan Stella pergi meninggalkannya begitu juga dia. Semakin jauh langkah yang diambil pria itu, semakin jauh pula ia menjauhi Stella. Tak ada kabar yang diterima Stella. Berkali-kali Stella mengirimkan sms dan bbm bahkan menelponnya, pria itu tak membalasnya. Di sekolah saja saat berpapasan, pria itu sama sekali tak membalas senyum dan sapaan Stella. Begitu juga Nari. Pria itu dan Nari begitu berbeda sepekan ini.

      Tak mau menunggu lama, kabar bahwa pria yang dicintai Stella, yang Stella relakan memutuskannya agar tak melukai sahabatnya kini justru menjalin hubungan istimewa dengan sahabatnya itu sendiri. Seperti tertusuk belati, Stella tak sanggup membendung air matanya. Cintanya telah dikhianati. 

      Sejak saat itu, Stella belum berpacaran lagi. Pria itu dan Nari begitu langgeng bahkan hingga Stella sudah kuliah. Stella sering berjumpa dengan mereka saat ada event-event basket. Stella sering melihat pria itu bermesraan. Parahnya lagi, Nari dan pria itu seolah-olah tak mempunyai salah dengan Stella. Stella hanya mampu tersenyum ikhlas, membalas sapaan mereka.

"Dulu aku melepaskanmu agar sahabatku tak terluka. Kini sahabatku mengambilmu meskipun ia tahu bahwa aku sangat terluka."





      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar