Sabtu, 02 November 2013

Saat Indah

      Sosokmu kembali hadir dalam ketenangan hidupku. Kau kembali membuatku mengingat segalanya tentang kita. Tapi dengan tanpa rasa bersalah karena kau telah membuatku merasa nyaman, kau justru menatapku terlalu indah. Dan aku kembali melihat senyuman terindahmu yang kutahu bukanlah untuk diriku. Mengapa kita berpura-pura tak tahu segalanya, padahal kita saling memahami. Mengapa kau masih saja menyebutnya di dekatku, padahal kau tahu aku kan terluka.

      Banyak hal tak terasa kita telah lalui bersama. Meski waktu kini perlahan melenyapkan kenangan itu. Namun kau masih saja menjaganya, membuatku selalu mengingatnya. Kau pandai buat aku bahagia. Kau juga pandai melukaiku lalu mengobatinya. Dan kau sering melakukannya. Apakah aku masih bisa menjadi sosok yang selalu kau dambakan hadirnya? Seperti dulu.

     Masih ingatkah dengan saat indah itu? Di malam yang mengantukkan itu kita saling menatap, hanya saja berperantara langit yang bertaburan kembang api. Tapi beberapa kali kita saling mencuri pandang saat semua orang menatap lurus ke depan. Meski gelapnya malam, aku masih bisa melihat cahaya matamu, pancaran senyum manismu yang membuatku terpukau lebih dari yang kau lihat saat itu.

     Saat indah itu membuatku merasa bahagia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar